Hegemoni berasal dari bahasa Yunani kuno yaitu ‘eugemonia’ yang merujuk pada dominasi suatu kelas sosial terhadap keas sosial lainnya dalam masyarakat. Hegemoni dapat didefinisikan sebagai dominasi oleh satu kelompok terhadap kelompok lainnya, tanpa ancaman kekerasan sehingga ide-ide yang didektikan oleh kelompok dominan terhadap kelompok lain dapat diterima tanpa keterpaksaan. Dengan kata lain hegemoni itu sendiri adalah kemampuan mempengaruhi orang lain dan orang itu menerima dengan sukarela. Hegemoni tercipta karena kemajuan media dan kecanggihan teknologi komunikasi.
Hegemoni terjadi ketika masyarakat yang dikuasai oleh kelas yang dominan bersepakat dengan ideologi, gaya hidup dan cara berpikir dari kelas dominan, sehingga kaum dibawahnya tidak merasa ditindas oleh kelas dominan. Jika hegemoni diartikan sebagai kekuasaan berarti kemampuan suatu pihak dalam mengendalikan lingkungannya, termasuk perilaku orang lain. Dalam kekuasaan ada dua bentuk diantaranya pemaksaan dan kesukarelaan. Pemaksaan adalah kekuasaan dengan paksaan, biasanya menggunakan ancaman atau kekerasan secara fisik. Kesukarelaan adalah kekuasaan yang diterima secara sukarela oleh masyarakat tanpa paksaan atau ancaman.
Hegemoni itu sendiri ada dua jenis yaitu modernitas dan tradisi. Modernitas memang ditakdirkan lahir sebagai penakluk. Semangat kelahirannya adalah semangat pemberontakan, pemberontakan terhadap kekuasaan alam dan hegemoni agama. Tradisi tidak menerima adanya modernitas yang merubah alam atau budaya.
Dalam kehidupan sehari-hari terdapat hegemoni dalam setiap kegiatan. seperti contoh hegemoni yang biasanya terjadi pada saat ospek. Kita atau mahasiswa baru tanpa sandar mengalami hegemoni ini, dimana kita secara sengaja maupun tidak sengaja melakukan apaun yang senior-senior perintahkan. Namun dalam kegiatan ini hegemoni juga terkadang terjadi karena adanya keterpaksaan dari senior yang mana apabila kita tidak melakukan apa yang mereka suruh kita akan menanggung akibatnya dengan kata lain kita akan mendapat hukuman. Kadang kita sebagai mahasiswa tanpa sadar mau saja melakukan hal-hal aneh yang mereka perintahkan tanpa mau melawan mereka. Dan setelah tau apa yang mereka lakukan pada kita, kita merasa bodoh mau saja melakukan perintah mereka yang terkadang anehtanpa ada manfatnya seperti kita disuruh menggunakan kalung dari bahan dapur yang mana apabila kita tidak melakukannya akan mendapat hukuman. Hal itulah yamg mebuat saya kadang merasa dibodohi oleh mereka para senior.
Oleh karena itu, kita harus menyadari adanya hegemoni disekitar kita. Agar tak terpengaruhi akan doktrin-doktrin yang tidak berguna.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar