Rabu, 19 Oktober 2016

Pengaruh perubahan sosial

Pada artikel sebelumnya telah dibahas tentang pelapisan sosial dalam masyarakat. Dan kali ini saya akan membahas tentang perubahan sosial. apa itu perubahan sosial? perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakat dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi siatem sosialnya, termasuk nilai, sikap-sikap sosial, pola perilaku di antara kelompok-kelompok.

Terjadinya perubahan sosial ini disebabkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhi. Perubahan sosial juga terjadi akibat dari dorongan dari luar sehingga masyarakat secara sadar atau tidak sadar akan mengikuti perubahan itu.
Faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial? faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial ialah bertambah atau berkurangnya penduduk, penemuan-penemuan baru, pertentangan, peperangan, pengaruh kebudayaan masyarakat lain, dan lainnya. jika kita bandingkan masyarakat dari msa lalu hingga kini akan sangat terlihat sekali peruban sosial itu. Perubahan sosial itu dapat kita lihat dari cara berpakaian, berperilaku, cara belajar dan lainnya. Salah satu yang paling berpengaruh dalam menyebabkan perubahan sosial adalah penemuan-penemuan baru atau perkembangan teknologi.

Perkembangan teknologi yang dari tahun ke tahun semakin berkembang pesat membuat masyarakat juga harus mengikuti perkembangannya, seperti perkembangan ponsel pintar atau gadget. Di Indonesia sendiri gadget tidak hanya dimiliki oleh masyarakat dari lapisan atas tetapi juga hampir semuanya memiliki gadget.  Hampir semua masyarakat menganggap bahwa gadget itu barang berharga dan wajib di bawa kemanapun kita pergi. Saat ini masyarakat semakin kecanduan akan teknologi yang semakin hari makin berkembang, karena menganggap teknologi telah membantu dalam melakukan suatu hal misalnya dalam mencari teman, mereka lebih menyukai mecari teman melalui dunia maya dibandingkan dengan interaksi secara langsung.

Kehadiran gadget tidak hanya diminati oleh para orang dewasa atau remaja bahkan anak kecil pun mereka sangat menyukai akan adanya gadget. Anak anak kecil menyukai gadget karena adanya fitur fitur menarik seperti game. Mereka akan betah memainkan gadget itu hanya untuk menyelesaikan sebuah game, hal ini membuat mereka kurang berinteraksi dengan dunia luar, mereka tidak tau dengan keadaan dunia luar, dan akan sibuk sendiri dengan gadgetnya. Bahkan karena hal ini jarang ditemuai anak kecil yang bermain dengan permainan tradisional bukannya bermain dengan gadget. Hal ini dapat kita bandingkan dengan tahun sebelum gadget berkembang dengan pesat. Seperti tahun 1997, dulu sebelum gadget itu berkembang pesat, anak anak kecil akan berinteraksi langsung dengan dunia luar, akan bermain permainan tradisional dengan teman sebayanya, mereka akan sibuk berinteraksi dengan dunia di luar. Bahkan dulu mencari teman pun dilakukan dengan berinteraksi dengan secara langsung bukannya melalui dunia maya yang belum tentu juga orang itu merupakan orang yang baik – baik.

Tidak hanya kecanduan akan gadget tepai masyarakat akan perkembangan tv atau televisi. Masyarakat akan lebih suka berlama lama duduk di depan tv daripada duduk dengan tetangga yang merupakan suatu budaya dalam berinteraksi dengan orang lain, karena menurutnya duduk di depan tv lebih menyenangkan dari pada duduk dengan tetangga. Akibatnya mereka menjadi korban industrial dengan mengikuti apa yang dilakukan oleh para artis artis dalam tv itu, seperti cara berpakaian mereka, kendaraan yang mereka pakai dan lainnya. Hal inilah yang membuat perubahan sosial sangat kentara dari tahun ke tahun yaitu karena ketercanduan masyarakat akan adanya teknologi. Kita boleh meminati teknologi tersebut tetapi kita juga harus berinteraksi dengan dunia luar agar kita tau bagaimana keadaan diluar sana, masyarakat juga harus bisa memilah mana teknologi yang baik untuk dirinya sendiri.

Pengaruh perubahan sosial ini harus kita sikapi dengan baik, agar perubahan sosial ini tidak membuat hilangnya suatu kebudayaan.

Rabu, 12 Oktober 2016

Pelapisan masyarakat dan kesamaan derajat

Pada artikel sebelumnya saya membahas tentang pelayanan masyarakat. Pada artikel kali ini saya akan membahas tentang pelapisan sosial dan kesamaan derajat dalam masyarakat. Masyarakat terbentuk dari individu-individu. Individu-individu itu terdiri dari latar belakang yang berbeda-beda yang akan membentuk suatu kumpulan masyarakat yang heterogen. Hal ini yang membentuk pelapisan sosial dalam masyarakat. Pelapisan sosial atau disebut juga statifikasi sosial adalah perbedaan individu atau kelompok yang memepatkan seseorang pada kelas-kelas sosial yang berbeda secara bertingkat dan memberikan hak dan kewajiban yang berbeda antar lapisan masyarakat. Dalam hal ini, pelapisan sosial ada yang terbentuk dengan sendirinya dan ada yang terbentuk secara sengaja. Pelapisan masyarakat yang terbentuk dengan sendiri atau tanpa disengaja ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Adapun seseorang yang berada pada lapisan tertentu terjadi secara sendiri bukan karena kesengajaan yang dibentuk sebelumnya oleh masyarakat. Oleh karena itu, pelapisan sosial yang terbentuk tanpa disengaja ini membentuk lapisan dasar yang beragam. Kedudukan masyarakat dalam pelapisan tanpa disengaja ini, misalnya karena usia yang lebih tua, karena lebih pandai, karena mempunyai bakat, dan lainnya.  Sedangkan pelapisan sosial yang disengaja ini disengajakan dengan tujuan untuk mencapai kepentingan bersama. Dalam pelapisan ini ditentukan secara jelas wewenang dan kekuasaan itu kepada seseorang sehingga terdapat keteraturan. Misalnya dalam pemerintahan, partai politik, dan lainnya. Yang menentukan tinggi rendahnya lapisan sosial seseorang itu biasanya disebabkan oleh bermacam-macam, seperti kekayaan, kekuasaan, wewenang, dan nilai-nilai sosial.

Mengenai pelapisan sosial saya akan memberikan contoh di negeri kita, di indonesia secara tidak langsung terjadi pelapisan sosial antara kalangan atas dan kalangan bawah, kalangan atas yang di duduki oleh pemerintahan, dan kalangan bawahnya adalah rakyat. Perbedaan seperti ini begitu terlihat, sperti contohnya dalam penegakan keadilan atau hukum, pemerintah seperti melindungi mereka yang berada dalam pemerintahandi banding melindungi rakyat.
Pada kenyataan yang terjadi adalah para pejabat yang mencuri kesejahteraan rakyat atau sebut saja dengan korupsi sulit di tangkap dan di jerat hukum, ini berbanding terbalik dengan kejahatan yang dilakukan rakyat biasa misalnya mencuri sandal, mereka yang mencuri sandal dtangkap dan dijerat hukum dengan cepat dan berat, walaupun pejabat yang melakukan korupsi di tangkap maka yang mereka huni bukan penjara-penjara biasa tetapi yang penjara seperti hotel bintang lima.

Dari contoh di atas terlihat sekali pelapisan sosial antara kalangan atas dan kalangan bawah, dapat terlihat kalangan atas yaitu mereka yang mempunyai kekuasaan lebih dan wewenang lebih di bandingkan rakyat dan kesannya semuanya bisa di beli dengan uang. Oleh karena itu perlu adanya kesamaan derajat antara kalangan atas dan kalangan bawah. Apa itu kesamaan derajat? Kesamaan derajat adalah sifat yang menghubungkan antara manusia dan lingkungan masyarakat, maksudnya orang atau masyarakat memiliki hak dan kewajiban baik dalam masyarakat atau terhadap pemerintahan.

Pelapisan sosial dan kesamaan derajat ini mempunyai hubungan yang saling berkaitan satu sama lain. Adanya kesamaan derajat ini untuk menyamakan derajat masyarakat yang tidak berdasarkan kekuasaan, memiliki hak yang sama sebagai warga negara sehingga tidak ada pembatas antara kalangan atas dengan kalangan bawah.


Menurut saya masyarakat pun harus mampu menghargai perbedaan yang terjadi dalam masyarakat, tidak memaksakan suatu kelompok untuk mengikuti atau memaksakan suatu yang berbeda seperti perbedaan derajat. Pelapisan sosial itu kerap terjadi dalam masyarakat, tetepi lebih baiknya dalam masyarakat menghilangkan perbedaan derajat dan mengedepankan kesamaan derajat sehingga keadilan di negeri ini tidak hanya berpihak pada mereka yang memiliki wewenang dan kekuasaan tetapi berpihak pada semua pelapisan sosial masyarakat.

Rabu, 05 Oktober 2016

Pelayanan Masyarakat

Pemerintah merupakan pelayanan masyarakat, yang didirikan tidak hanya untuk melayani dirinya sendiri tetapi juga masyarakat. Pelayanan masyarakat atau pelayanan publik adalah layanan yang disediakan untuk masyarakat, yang diadakan guna untuk melayani masyarakat dalam segala hal, seperti kependudukan, kesehatan atau lainnya. Lembaga pelayanan masyarakat itu seperti rumah sakit, dinas kependudukan dan catatan sipil, bank dan lainnya.

Kali ini saya akan membahas tentang hasil pengamatan terhadap masyarakat yang saya lakukan beberapa waktu lalu di salah satu lembaga pelayanan masyarakat, yaitu Dinas Kependudukan dan Pencacatan Sipil. Sebelum membahas lebih jauh tentang pengamatan yang saya lakukan, ada baiknya kita membahas tentang apa itu dinas kependudukan dan pencacatan sipil atau sering disebut dengan catatan sipil. Catatan sipil adalah lembaga negara yang bertugas untuk melakukan pencatatan dan pendaftaran terhadap kependudukan masyarakat dan memastikan hukum masyarakat. Catatan sipil memberikan layanan yang berkaitan dengan kematian, kelahiran, perkawinan, perceraian dan masalah catatan sipil lainnya. Tujuan dari lembaga catatan sipil adalah untuk mendapatkan kepastian hukum terkait dalam status perdata seseorang, kepastian hukum ini sangat penting dalam perbuatan hukum yang dilakukan seseorang. Sedangkan tujuan dari pencatatan adalah sebagai bukti bahwa peristiwa hukum itu telah terjadi pada seseorang itu.

Saya melakukan pengamatan ini tidak sendiri tetapi ditemani empat teman saya yang juga melakukan pengamatan terhadap masyarakat. Dalam pengamatan yang saya lakukan, yang pertama kali saya lihat adalah tempatnya, karena tempatnya ini yang strategis jadi mudah ditemukan. Tempat parkir yang disediakan pun cukup untuk menampung kendaraan yang datang ke tempat itu. Tukang parkirnya  pun mengarahkan kemana akan diparkiran kendaraan itu. Lalu setelah lebih dalam banyak terdapat masyarakat yang sedang mengantri untuk menyelesaikan urusan kependudukan mereka. Mungkin karena bulan-bulan ini sedang genjar-genjarnya pembuatan kartu tanda penduduk, maka kebanyakan masyarakat yang ada disana mengurusi pembuatan ktp atau memperbaiki ktpnya. Tetapi tidak hanya masyarakat yang mengurusi ktp, ada juga masyarakat yang mengurusi anak kelahiran anak. Karena banyaknya masyarakat yang datang membuat tempat yang duduk yang disediakan oleh tempat ini tidak cukup untuk menampung banyaknya masyarakat yang datang, dan hal ini membuat jalan menuju tempat parkir terhambat. Mungkin jika hari bisa banyaknya masyarakat yang dtang tidak sebanyak ini. Kebanyakan masyarakat datang ke tempat ini dari pagi hari agar tidak mengantri tetapi walaupun datang sepagi itu mereka harus tetap mengantri karena sudah ada yang datang duluan, bahkan ada yang sudah datang dari jam 8 tetapi sampai siang belum dipanggil, mungkin karena banyaknya pengantri yang datang duluan sehingga hal itu terjadi. Walaupun masyarakat harus mengantri dan berpanas panas ria, mereka merasa cukup puas dengan pelayanan yang diberikan petugas. Dari yang saya lihat disana, kebanyakan masyarakat yang datang dari kalangan menengah itu terlihat dari kendaraan yang mereka gunakan dan pakaian yang sederhana walaupun ada beberapa masyarakat yang menggunakan pakaian seperti pakaian kantor.

Dari segi pelayanan yang diberikan masyarakat, dari komentar masyarakatnya petugas melayani masyarakat dengan ramah, baik. Petugas tidak membedakan pelayanan terhadap masyarakat dari kedudukan mereka, petugas menyamakan pelayannya tanpa memandang masyarakat itu kaya atau miskin. Saya pun mewawancarai beberapa masyarakat yang ada disana tentang pelayan publik ini, mereka berpendapat bahwa petugasnya ramah, baik dalam melayani, tanggap dan tidak adanya pembeda dalam melayani, petugas pun tidak menghambat adanya proses pelayanan itu sendiri, yang kebanyakan masyarakat  keluhkan adalah mengantri untuk pelayanannya itu yang lama, mungkin karena petugasnya yang kurang banyak, atau karena mungkin masyarkatnya yang datang terlalu banyak. Saat pengamatan pun saya juga menemui beberapa masyarakat yang gagal mendapat layanan karena mereka kurang memahami jadwal layanannya tersebut.

Dalam hal ini saya sebagai pelaku pengamat merasa senang melakukan pengamatan ini, karena ini merupakan pengalaman pertama saya terjun dalam masyarakat. Saya jadi tahu apa saja yang masalah yang terjadi di catatan sipil, hal ini menambahkan wawasan terhadap saya. Saya cukup kagum dengan petugas yang melayani dengan ramah, baik dan cepat tanggap jika ada masyarakat yang bingung dan bertanya. Akan tetapi, hal yang memprihatinkan adalah ketika masyarakat yang datang cukup banyak, membuat sarana khususnya pada tempat pengantrian belum mampu menampung seluruh masyarakat yang datang. Ada masyarakat yang rela berdiri lama karena tidak mendapatkan tempat duduk demi menunggu terselesainya proses pembuatan kartu penduduk mereka. Adapula masyarakat yang duduk dilantai, tangga atau bahkan di pinggiran taman demi menunggu proses itu selesai.

Saat disana saya melihat keragaman masyarakat yang datang. Keragaman ini digolongkan menjadi tiga, yaitu dari kalangan keatas atau kaya mereka menggunakan pakaian yang modis dan menggunakan aksesoris dan gadget sebagai penunjang. Dari kalangan menengah atau standar, mereka menggunkan pakaian yang rapi dan pantas tanpa menggunakan aksesorris yang berlebihan. Sedangkan mereka dari kalangan menengah kebawah, mereka menggunakan pakaian yang sederhana bahwa mereka ada yang tidak memperdulikan pakaian yang mereka gunakan dan tanpa aksesoris dan gadget sebagi penunjang.

Walaupun masyarakat yang datang di catatan sipil ini beragam, petugas tetap melayani masyarakat dengan ramah, baik, tanggap dan profesional tanpa membedakan kalangan masyarakat. Petugas tetap mengutamakan antrian dan masyarakat yang pemenuhannya lengkap, sehingga terpenuhilah apa yang masyarakat urus di Catatan Sipil. Setelah melakukan pengamatan, saya mendiskusikannya dengan teman sekelompok yang mereka juga mengamati di pelayan publik yang lain. Dari diskusi ini dapat saya simpulkan, bahwa pelayanan publik lainnya tidak membedakan pelayanan yang petugas berikan kepada masyarakat.