Rabu, 12 Oktober 2016

Pelapisan masyarakat dan kesamaan derajat

Pada artikel sebelumnya saya membahas tentang pelayanan masyarakat. Pada artikel kali ini saya akan membahas tentang pelapisan sosial dan kesamaan derajat dalam masyarakat. Masyarakat terbentuk dari individu-individu. Individu-individu itu terdiri dari latar belakang yang berbeda-beda yang akan membentuk suatu kumpulan masyarakat yang heterogen. Hal ini yang membentuk pelapisan sosial dalam masyarakat. Pelapisan sosial atau disebut juga statifikasi sosial adalah perbedaan individu atau kelompok yang memepatkan seseorang pada kelas-kelas sosial yang berbeda secara bertingkat dan memberikan hak dan kewajiban yang berbeda antar lapisan masyarakat. Dalam hal ini, pelapisan sosial ada yang terbentuk dengan sendirinya dan ada yang terbentuk secara sengaja. Pelapisan masyarakat yang terbentuk dengan sendiri atau tanpa disengaja ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Adapun seseorang yang berada pada lapisan tertentu terjadi secara sendiri bukan karena kesengajaan yang dibentuk sebelumnya oleh masyarakat. Oleh karena itu, pelapisan sosial yang terbentuk tanpa disengaja ini membentuk lapisan dasar yang beragam. Kedudukan masyarakat dalam pelapisan tanpa disengaja ini, misalnya karena usia yang lebih tua, karena lebih pandai, karena mempunyai bakat, dan lainnya.  Sedangkan pelapisan sosial yang disengaja ini disengajakan dengan tujuan untuk mencapai kepentingan bersama. Dalam pelapisan ini ditentukan secara jelas wewenang dan kekuasaan itu kepada seseorang sehingga terdapat keteraturan. Misalnya dalam pemerintahan, partai politik, dan lainnya. Yang menentukan tinggi rendahnya lapisan sosial seseorang itu biasanya disebabkan oleh bermacam-macam, seperti kekayaan, kekuasaan, wewenang, dan nilai-nilai sosial.

Mengenai pelapisan sosial saya akan memberikan contoh di negeri kita, di indonesia secara tidak langsung terjadi pelapisan sosial antara kalangan atas dan kalangan bawah, kalangan atas yang di duduki oleh pemerintahan, dan kalangan bawahnya adalah rakyat. Perbedaan seperti ini begitu terlihat, sperti contohnya dalam penegakan keadilan atau hukum, pemerintah seperti melindungi mereka yang berada dalam pemerintahandi banding melindungi rakyat.
Pada kenyataan yang terjadi adalah para pejabat yang mencuri kesejahteraan rakyat atau sebut saja dengan korupsi sulit di tangkap dan di jerat hukum, ini berbanding terbalik dengan kejahatan yang dilakukan rakyat biasa misalnya mencuri sandal, mereka yang mencuri sandal dtangkap dan dijerat hukum dengan cepat dan berat, walaupun pejabat yang melakukan korupsi di tangkap maka yang mereka huni bukan penjara-penjara biasa tetapi yang penjara seperti hotel bintang lima.

Dari contoh di atas terlihat sekali pelapisan sosial antara kalangan atas dan kalangan bawah, dapat terlihat kalangan atas yaitu mereka yang mempunyai kekuasaan lebih dan wewenang lebih di bandingkan rakyat dan kesannya semuanya bisa di beli dengan uang. Oleh karena itu perlu adanya kesamaan derajat antara kalangan atas dan kalangan bawah. Apa itu kesamaan derajat? Kesamaan derajat adalah sifat yang menghubungkan antara manusia dan lingkungan masyarakat, maksudnya orang atau masyarakat memiliki hak dan kewajiban baik dalam masyarakat atau terhadap pemerintahan.

Pelapisan sosial dan kesamaan derajat ini mempunyai hubungan yang saling berkaitan satu sama lain. Adanya kesamaan derajat ini untuk menyamakan derajat masyarakat yang tidak berdasarkan kekuasaan, memiliki hak yang sama sebagai warga negara sehingga tidak ada pembatas antara kalangan atas dengan kalangan bawah.


Menurut saya masyarakat pun harus mampu menghargai perbedaan yang terjadi dalam masyarakat, tidak memaksakan suatu kelompok untuk mengikuti atau memaksakan suatu yang berbeda seperti perbedaan derajat. Pelapisan sosial itu kerap terjadi dalam masyarakat, tetepi lebih baiknya dalam masyarakat menghilangkan perbedaan derajat dan mengedepankan kesamaan derajat sehingga keadilan di negeri ini tidak hanya berpihak pada mereka yang memiliki wewenang dan kekuasaan tetapi berpihak pada semua pelapisan sosial masyarakat.

Rabu, 05 Oktober 2016

Pelayanan Masyarakat

Pemerintah merupakan pelayanan masyarakat, yang didirikan tidak hanya untuk melayani dirinya sendiri tetapi juga masyarakat. Pelayanan masyarakat atau pelayanan publik adalah layanan yang disediakan untuk masyarakat, yang diadakan guna untuk melayani masyarakat dalam segala hal, seperti kependudukan, kesehatan atau lainnya. Lembaga pelayanan masyarakat itu seperti rumah sakit, dinas kependudukan dan catatan sipil, bank dan lainnya.

Kali ini saya akan membahas tentang hasil pengamatan terhadap masyarakat yang saya lakukan beberapa waktu lalu di salah satu lembaga pelayanan masyarakat, yaitu Dinas Kependudukan dan Pencacatan Sipil. Sebelum membahas lebih jauh tentang pengamatan yang saya lakukan, ada baiknya kita membahas tentang apa itu dinas kependudukan dan pencacatan sipil atau sering disebut dengan catatan sipil. Catatan sipil adalah lembaga negara yang bertugas untuk melakukan pencatatan dan pendaftaran terhadap kependudukan masyarakat dan memastikan hukum masyarakat. Catatan sipil memberikan layanan yang berkaitan dengan kematian, kelahiran, perkawinan, perceraian dan masalah catatan sipil lainnya. Tujuan dari lembaga catatan sipil adalah untuk mendapatkan kepastian hukum terkait dalam status perdata seseorang, kepastian hukum ini sangat penting dalam perbuatan hukum yang dilakukan seseorang. Sedangkan tujuan dari pencatatan adalah sebagai bukti bahwa peristiwa hukum itu telah terjadi pada seseorang itu.

Saya melakukan pengamatan ini tidak sendiri tetapi ditemani empat teman saya yang juga melakukan pengamatan terhadap masyarakat. Dalam pengamatan yang saya lakukan, yang pertama kali saya lihat adalah tempatnya, karena tempatnya ini yang strategis jadi mudah ditemukan. Tempat parkir yang disediakan pun cukup untuk menampung kendaraan yang datang ke tempat itu. Tukang parkirnya  pun mengarahkan kemana akan diparkiran kendaraan itu. Lalu setelah lebih dalam banyak terdapat masyarakat yang sedang mengantri untuk menyelesaikan urusan kependudukan mereka. Mungkin karena bulan-bulan ini sedang genjar-genjarnya pembuatan kartu tanda penduduk, maka kebanyakan masyarakat yang ada disana mengurusi pembuatan ktp atau memperbaiki ktpnya. Tetapi tidak hanya masyarakat yang mengurusi ktp, ada juga masyarakat yang mengurusi anak kelahiran anak. Karena banyaknya masyarakat yang datang membuat tempat yang duduk yang disediakan oleh tempat ini tidak cukup untuk menampung banyaknya masyarakat yang datang, dan hal ini membuat jalan menuju tempat parkir terhambat. Mungkin jika hari bisa banyaknya masyarakat yang dtang tidak sebanyak ini. Kebanyakan masyarakat datang ke tempat ini dari pagi hari agar tidak mengantri tetapi walaupun datang sepagi itu mereka harus tetap mengantri karena sudah ada yang datang duluan, bahkan ada yang sudah datang dari jam 8 tetapi sampai siang belum dipanggil, mungkin karena banyaknya pengantri yang datang duluan sehingga hal itu terjadi. Walaupun masyarakat harus mengantri dan berpanas panas ria, mereka merasa cukup puas dengan pelayanan yang diberikan petugas. Dari yang saya lihat disana, kebanyakan masyarakat yang datang dari kalangan menengah itu terlihat dari kendaraan yang mereka gunakan dan pakaian yang sederhana walaupun ada beberapa masyarakat yang menggunakan pakaian seperti pakaian kantor.

Dari segi pelayanan yang diberikan masyarakat, dari komentar masyarakatnya petugas melayani masyarakat dengan ramah, baik. Petugas tidak membedakan pelayanan terhadap masyarakat dari kedudukan mereka, petugas menyamakan pelayannya tanpa memandang masyarakat itu kaya atau miskin. Saya pun mewawancarai beberapa masyarakat yang ada disana tentang pelayan publik ini, mereka berpendapat bahwa petugasnya ramah, baik dalam melayani, tanggap dan tidak adanya pembeda dalam melayani, petugas pun tidak menghambat adanya proses pelayanan itu sendiri, yang kebanyakan masyarakat  keluhkan adalah mengantri untuk pelayanannya itu yang lama, mungkin karena petugasnya yang kurang banyak, atau karena mungkin masyarkatnya yang datang terlalu banyak. Saat pengamatan pun saya juga menemui beberapa masyarakat yang gagal mendapat layanan karena mereka kurang memahami jadwal layanannya tersebut.

Dalam hal ini saya sebagai pelaku pengamat merasa senang melakukan pengamatan ini, karena ini merupakan pengalaman pertama saya terjun dalam masyarakat. Saya jadi tahu apa saja yang masalah yang terjadi di catatan sipil, hal ini menambahkan wawasan terhadap saya. Saya cukup kagum dengan petugas yang melayani dengan ramah, baik dan cepat tanggap jika ada masyarakat yang bingung dan bertanya. Akan tetapi, hal yang memprihatinkan adalah ketika masyarakat yang datang cukup banyak, membuat sarana khususnya pada tempat pengantrian belum mampu menampung seluruh masyarakat yang datang. Ada masyarakat yang rela berdiri lama karena tidak mendapatkan tempat duduk demi menunggu terselesainya proses pembuatan kartu penduduk mereka. Adapula masyarakat yang duduk dilantai, tangga atau bahkan di pinggiran taman demi menunggu proses itu selesai.

Saat disana saya melihat keragaman masyarakat yang datang. Keragaman ini digolongkan menjadi tiga, yaitu dari kalangan keatas atau kaya mereka menggunakan pakaian yang modis dan menggunakan aksesoris dan gadget sebagai penunjang. Dari kalangan menengah atau standar, mereka menggunkan pakaian yang rapi dan pantas tanpa menggunakan aksesorris yang berlebihan. Sedangkan mereka dari kalangan menengah kebawah, mereka menggunakan pakaian yang sederhana bahwa mereka ada yang tidak memperdulikan pakaian yang mereka gunakan dan tanpa aksesoris dan gadget sebagi penunjang.

Walaupun masyarakat yang datang di catatan sipil ini beragam, petugas tetap melayani masyarakat dengan ramah, baik, tanggap dan profesional tanpa membedakan kalangan masyarakat. Petugas tetap mengutamakan antrian dan masyarakat yang pemenuhannya lengkap, sehingga terpenuhilah apa yang masyarakat urus di Catatan Sipil. Setelah melakukan pengamatan, saya mendiskusikannya dengan teman sekelompok yang mereka juga mengamati di pelayan publik yang lain. Dari diskusi ini dapat saya simpulkan, bahwa pelayanan publik lainnya tidak membedakan pelayanan yang petugas berikan kepada masyarakat.

Rabu, 28 September 2016

KAIDAH SOSIAL



Pengalamanan Melanggar Kaidah Sosial
Kaidah sosial atau biasa disebut dengan norma sosial. Apa itu kaidah sosial? Kaidah soaial adalah kententuan-ketentuan tentang baik buruk perilaku pergaulan manusia dan peraturan hidup yang mengatur tingkah laku manusia dalam bermasyarakat, atau aturan yang berpangkal pada perintah, larangan dan anjuran. Adapun jenis kaidah ada 4, yaitu kaidah kesusilaan, kaidah kesopanan, kaidah agama, dan kaidah hukum.
1.      Kaidah kesusilaan adalah peraturan hidup yang bersumber dari rasa kesusilaan dalam masyarakat atau bersumber dari diri sendiri (hati nurani). Hati nurani manusia menentukan perbuatan mana yang baik dan buruk, oleh karenanya kaidah kesusilaan bergantung pada setiap pribadi manusia.
2.      Kaidah kesopanan adalah peraturan hidup yang bersumber dari pergaulan dalam masayarakat yang berdasarkan kesopanan, ketaatan atau kebiasaan. Kaidah kesopanan ditujukan kepada sikap lahir manusia alam bermasyarakat agar tercapainya suasana keakrban dalam bermasyarakat.
3.      Kaidah agama adalah kaidah sosial yang bersumber dari Tuhan yang berisi larangan, perintah dan anjuran. Kaidah agama mengatur tentang kewajiban-kewajiban manusia kepata Tuhan dan kepada dirinya sendiri. Kaidah ini merupakan tuntutan hidup manusia menuju kearah yang baik dan benar.
4.      Kaidah hukum adalah peraturan hidup yang dibuat oleh yang berwenang untuk memenuhi dan melindungi segala kepentingan hidup manusia dalam bermasyarakat.
Setelah kita tahu pengertian dan jenis dari kaidah sosial diatas, sekarang saya akan membahas tentang pengalaman saya melanggar kaidah sosial. Pada dasarnya manusia itu tidak luput akan kesalahan entah kesalahan itu kecil atau besar, disengaja atau tidak disengaja. Begitupun dengan saya yang hanya manusia biasa pasti memilki banyak kesalahan, kesalahan itu saya lakukan saat sadar atau tidak, saat sengaja maupun tidak disengaja. Contoh kesalahan yang pernah saya lakukan seperti melanggar kaidah sosial. Kaidah sosial yang pernah saya langgar seperti kaidah hukum, yatu melanggar lalu lintas atau berkendara tanpa menggunakan helm. Hal ini sering saya lakukan ketika berangkat ke kampus, menganggap sepele karena tempat yang dituju dekat sehingga tidak menggunakan helm. Perasaan yang saya rasakan adalah takut, takut jika ketahuan atau tertangkap polisi karena tidak menggunakan helm ketika berkendara, atau takut akan terjadi hal-hal yang diinginkan seperti kecelakaan. Hal ini merupakan kebiasaan yang harus dihentikan agar  tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Pelanggaran kaidah sosial lain yang saya lakukan adalah pelanggaran kaidah kesusialaan yaitu membohongi orang tua. Hal ini pernah saya lakukan yaitu saat dimana sya izin ke orang tua pergi kerumah teman dengan alasan belajar kelompok  padahal kenyataannya saya pergi kerumah teman untuk bermain. Dan hal ini menimbulkan perasaan khawatir akan ketahuan jika berbohong. walaupun terselimuti rasa khawatir, saya masih sering melakukan pelanggaran-pelanggaran tersebut. Pelanggaran-pelanggaran diatas seharusnya tidak untuk dilakukan terus-menerus karena akan menjadi suatu kebiasaan. Oleh karenanya, kita seharusnya juga dapat menyikap ini hal ini agar tak melakukan pelanggaran seperti diatas.

1.      Kaidah Kesusilaan
No.
Contoh Pelanggaran
Alasan
1
Membohongi orang tua
Membohongi orang tua merupakan perilaku yg tidak baik
2
Mencuri barang milik orang lain
Mencuri akan medapatka dampak sosial seperti dikucilkan
3
Menipu teman
Dg menipu teman kita tidak akan ada yg mau menjadi teman kita
4
Tidak menjaga barang titipan orang lain

5
Menyontek saat ulangan
Menyontek merupakan tindak sosial
6
Membeda-bedakan teman
Kita tidak akan mempunyai teman jika membedakannya
7
Menipu orang lain
Menimbulkan ketidak percayaan masyarakat si elaku
8
Menggangu kenyamanan orang lain
Karena menggangu orang lain akan berakibat buruk pada diri kita sendiri
9
Menghina orang lain
Tindak sosial yg merugikan diri kita dan orang lain
10
Cuek dengan keadaan sekitar
Masyarakat akan berbalik cuek pada pelaku ini

2.      Kaidah Kesopanan
No.
Contoh Pelanggaran
Alasan
1
Duduk diatas meja
Tidak sopan
2
Mengejek orang lain
Meremehkan org lain
3
Melangkahi orang lain
Tidak sopan melangkahi org lain apalagi org itu lebih tua, kita dianggap tidak menghormatinnya
4
Berpakain terbuka
Berpakaian terbuka tidak sopan karena diindonesia berpakaian terbuka merupakan hal yg tabu
5
Berbicara saat makan
Tidak sopan dan akan membuat kita tersedak
6
Tidak menghormati orang tua
Menghormati org tua merupakan hal yg utama bagi yg lebih muda 
7
Membuang sampah sembarangan
Tidak menjaga kebersihan lingkungannya
8
Bertingkah laku yg tidak sopan
Dg tingkah laku yg baik daat menunjukkan sikap kita yg menghargai orang lain
9
Berkata kasar
Tidak sopan berkata kasar kepada orang lain karena akan menyakiti hati orang tersebut
10
Memotong pembicaraan orang lain
Tidak menghargai pendapat orang lain

3.      Kaidah Agama
No.
Contoh Pelanggaran
Alasan
1
Berjudi
Merupakan larangan tuhan yang harus dijauhi oleh umatnya, yang mana sudah diajarkan dalam agama
2
Mencuri
3
Menfitnah
4
Minum minuman keras
5
Membantu org lain
Karena setiap agama mengajarkan umatnya untuk selalu membantu orang lain
6
Berprassangka buruk
Kita harus berfikiran positif terhadap orang lain
7
Tidak berpuasa
Dalam gama terutama islam hal ini merupak sebuah perintah yg harus dilakukan oleh umatnya.
8
berzina
Larangan yg harus dijauhi oleh umat karena berzina merupakan dosa besar
9
Tidak beribadah
Perintah tuhan yg arus dilakukan agar masuk surga
10
sombong
Akan menimbulkan cemoohan dari org lain

4.      Kaidah Hukum
No.
Contoh Pelanggaran
Alasan
1
Melanggar lalu lintas
Aturan ttg lalu lintas jelas sudah diatur dalam UU
2
Melakukan korupsi
Hal ini merupakan pelanggaran hukum yg merugikan negara
3
Melakukan pembunuhan
Perbuatan ini sudah diatur dalam hukum yg ada diindonesia yg mana jika dilanggar akan dikenakan sanksi sesuai perbuatannya
4
Mencuri
5
Pelecehan seksual
6
Mencemarkan nama baik
Akan menimbulkan kerugian bagi diri sendir
7
penipuan
Merugikan org lain
8
Merampok
Tindakan yg dilarang menurut hukum
9
Mengkonsumsi narkoba
Tindakan yg dilarang menurut hukum
10
Tidak mempunyai kelengkapan dlm berkendara
Aturan ttg lalu lintas jelas sudah diatur dalam UU



Rabu, 14 September 2016

Kesadaran akan Hegemoni

Hegemoni berasal dari bahasa Yunani kuno yaitu ‘eugemonia’  yang  merujuk pada dominasi suatu kelas sosial terhadap keas sosial lainnya dalam masyarakat.  Hegemoni dapat didefinisikan sebagai dominasi oleh satu kelompok terhadap kelompok lainnya, tanpa ancaman kekerasan sehingga ide-ide yang didektikan oleh kelompok dominan terhadap kelompok lain dapat diterima tanpa keterpaksaan. Dengan kata lain hegemoni itu sendiri adalah kemampuan mempengaruhi orang lain dan orang itu menerima dengan sukarela. Hegemoni tercipta karena kemajuan media dan kecanggihan teknologi komunikasi.

Hegemoni terjadi ketika masyarakat yang dikuasai oleh kelas yang dominan  bersepakat dengan ideologi, gaya hidup dan cara berpikir dari kelas dominan, sehingga kaum dibawahnya tidak merasa ditindas oleh kelas dominan. Jika hegemoni diartikan sebagai kekuasaan berarti kemampuan suatu pihak dalam mengendalikan lingkungannya, termasuk perilaku orang lain. Dalam kekuasaan ada dua bentuk diantaranya pemaksaan dan kesukarelaan. Pemaksaan adalah kekuasaan dengan paksaan, biasanya menggunakan ancaman atau kekerasan secara fisik. Kesukarelaan adalah kekuasaan yang diterima secara sukarela oleh masyarakat tanpa paksaan atau ancaman.

Hegemoni itu sendiri ada dua jenis yaitu modernitas dan tradisi. Modernitas memang ditakdirkan lahir sebagai penakluk. Semangat kelahirannya adalah semangat pemberontakan, pemberontakan terhadap kekuasaan alam dan hegemoni agama. Tradisi tidak menerima adanya modernitas yang merubah alam atau budaya.

Dalam kehidupan sehari-hari terdapat hegemoni dalam setiap kegiatan. seperti contoh hegemoni yang biasanya terjadi pada saat ospek. Kita atau mahasiswa baru tanpa sandar mengalami hegemoni ini, dimana kita secara sengaja maupun tidak sengaja melakukan apaun yang senior-senior perintahkan. Namun dalam kegiatan ini hegemoni juga terkadang terjadi karena adanya keterpaksaan dari senior yang mana apabila kita tidak melakukan apa yang mereka suruh kita akan menanggung akibatnya dengan kata lain kita akan mendapat hukuman. Kadang kita sebagai mahasiswa tanpa sadar mau saja melakukan hal-hal aneh yang mereka perintahkan tanpa mau melawan mereka. Dan setelah tau apa yang mereka lakukan pada kita, kita merasa bodoh mau saja melakukan perintah mereka yang terkadang anehtanpa ada manfatnya seperti kita disuruh menggunakan kalung dari bahan dapur yang mana apabila kita tidak melakukannya akan mendapat hukuman. Hal itulah yamg mebuat saya kadang merasa dibodohi oleh mereka para senior.

Oleh karena itu, kita harus menyadari adanya hegemoni disekitar kita. Agar tak terpengaruhi akan doktrin-doktrin yang tidak berguna.

Rabu, 07 September 2016

Solidaritas ala anak kost✊✊

Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang sangat membutuhkan orang lain disekitarnya. Keanekaragaman dan kekayaan yang ada di Indonesia sangat membutuhkan solidaritas antar sesama manusia demi tercapainya kehidupan yang harmonis. Solidaritas adalah rasa kebersamaan, rasa simpati, kesatuan kepentingan yang timbul dalam suatu kelompok atau komunitas. Solidaritas biasanya dipakai untuk mempersatukan dan menyamakan perbedaan yang ada disekeliling kita. Solidaritas adalah hal yang sering dibicarakan oleh banyak orang dalam kehidupan bermasyarakat. Namun pada kenyataannya saat ini, rasa solidaritas yang terjadi di masyarakat memudar. Perasaan solidaritas seperti senasib, seperjuangan, setia, dan lainnya banyak dilupakan demi kepuasaan diri sendiri untuk kepentingan pribadi.

Solidaritas merupakan hal yang mudah dilakukan bagi banyak orang, tetapi setelah kita tau arti pentingnya solidaritas itu dalam kehidupan, sudah keharusan bagi kita untuk mengusahakan agar rasa solidaritas itu tetap ada dan tidak pudar. Perbedaan yang ada disekitar kita bukan untuk ditertawakan dan diasingkan, namun disitulah peran penting solidaritas, yaitu menyamakan dan mempersatukan perasaan toleransi. Peran penting solidaritas dapat dilihat keberhasilannya jika solidaritas ini dapat menyatukan dan menyamakan perbedaan yang ada dalam masyarakat. Solidaritas itu sendiri harus ditumbuhkan dari semenjak dini, agar rasa perduli kita terhadap sesama tanpa membedakan perbedaan yang ada tumbuh dengan kuat. Solidaritas yang sudah tumbuh dalam diri kita hendaknya ditumbuh kembangkan menjadi suatu kebiasaan yang positif. Dan hendaknya setiap orang yang menyukai perbedaan dan bagi orang yang tidak menyukai perbedaan, dapat mewujudkan solidaritas itu agar tujuan dari solidaritas itu tercapai. Bahkan dalam berbagai kelompok atau komunitas di masyarakat kita dituntut untuk solidaritas dengan alasan dapat saling tolong menolong yang mana dapat menyatukan kelompok atau komunitas itu.

Bagaimana perwujudan solidaritas dalam masyarakat? Kita tau bahwa dalam  masyarakat kita tidak hanya ada masyarakat yang  perduli dengan lingkungannya seperti di desa, di kost dan ada  juga masyarakat yang seolah tak peduli dengan sekitarnya seperti di perumahan, di kota besar. Dalam melakukan kegiatan sosial  masyarakat desa masih memegang teguh rasa solidaritas  dan gotong royong misalnya seperti apabila ada kematian, kelahiran atau orang yang sakit, tetangga-tetangga di desa akan antusias mendatangi yang bersngkutan itu sebagai rasa solidaritas, atau adanya iuran apabila  ada yang terkena musibah maka secara terkoordinir mereka akan memberi sumbangan seikhlasnya, lalu apabila ada warga yang sedang membangun rumah atau fasilitas desa yang lain maka warga yang lain akan dengan sukarela membantunya. Lalu bagaimana dengan di kota? Setau saya warga yang di kota atau kompleks perumahan lebih cuek dengan keadaan disekitarnya, mereka yang tinggal disitu lebih mementingkan kepentingan pribadi daripada kepentingan bersama. Misalnya warga yang tinggal di komplek perumahan mereka tidak akan bisa menyebutkan sepuluh nama tetangganya, karena mereka tidak akrab satu sama lain di karenakan kesibukan mereka.
Itu tadi singkat cerita solidaritas di kalangan masyarakat yang luas. Lalu bagaimana perwujudan solidaritas dalam lingkup masyarakat yang lebih kecil seperti kost? Berdasarkan pengalaman saya selama tinggal dikosan, solidaritas di kos juga tidak kalah dengan solidaritas di desa yang sama-sama menjunjung tinggi rasa solidaritas. Di kosan perbedaan jelas terasa karena warga yang tinggal dikosan itu dari berbagai daerah yang terkadang ras dan kebudayaannya berbeda, tetapi hal ini tidak mengurangi rasa solidaritas. Banyak kejadian di kosan yang berhubungan dengan solidaritas. Misalnya ketika menjadi anak kos maka kita mengetahui besarnya mata uang itu tidak dilihat dari nominal pecahan , tetapi di lihat berdasarkan tanggal muda atau tanggal tua, dimana uang 100 rupiah sangat berharga  dalam menentukan kehidupan kedepannya, mereka yang sedang dalam krisis ekonomi akan berfikir bagaimana caranya mereka bertahan hidup ke depannya dengan uang yang pas-pasan, dan salah satu solusinya dengan meminjam uang teman, dalam kejadian seperti ini solidaritas akan timbul mereka yang menpunyai uang yang cukup atau lebih akan membantu temannya yang sedang krisis ekonomi dengan cara meminjaminya, mereka membantu tanpa harus membedakan perbedaan.

Selain itu rasa solidaritas anak kos atau mantan anak kos biasanya jauh lebih baik, mereka peka terhadap kelaparan, kemiskinan atau kesulitan, karena mereka pernah merasakan hal seperti itu juga. Dalam hal ini manusia itu hanya mau berfikir jika ada masalah. Dan salah satu manusia berfikir itu adalah anak kos-an. Karena hidup mereka selalu di terpa berbagai permasalahan. Jadi perbanyak anak kos-an agar banyak manusia yang berfikir.😄😄